Beranda / Potensi Desa / Wanita Perkasa Banyuurip
Wanita Perkasa Banyuurip
Senin 5 Juni 2017

Banyuuruip - Desa Banyuurip yang memiliki lahan pertanian sangat luas, menjadikan mayoritas warganya bermata pencaharian sebagai petani, tidak terkecuali bagi kaum wanita.

Salah satu perempuan perkasa dari Desa Banyuurip adalah Wakini. Perempuan berusia lima puluh tahun tersebut selain menggarap sawah pagi hari, Wakini dan para petani perempuan lain memiliki profesi tambahan lain yakni sebagai penjahit bagor (karung).

Mayoritas perempuan di desa Banyuurip memilih menjadi penjahit karung, yakni jasa menggunting karung-karung bekas pertanian untuk kemudian disambung menjadi lembaran-lembaran karung yang digunakan untuk berbagai kebutuhan. Lembaran-lembaran karung tersebut sangat dibutuhkan warga untuk menjemur padi, makanan ayam, dan sebagainya.

Para penjahit tersebut hanya menyediakan jasa saja tidak lebih. Mulai dari bahan baku karung utuh hingga peralatan seperti gunting dan benang bahkan mesin jahit disediakan oleh pemilik usaha yang tidak dapat disebutkan namanya oleh Wakini.

Bahan baku biasanya diantar langsung dari satu penjahit ke penjahit yang lain. Dalam satu hari yang dihitung  sejak pukul delapan pagi hingga pukul empat sore, Wakini dan para penjahit lainnya mampu menjahit sebanyak dua puluh lembar karung. Wanita-wanita Desa Banyuurip harus menjadi wanita perkasa yang harus mampu membagi waktu untuk bekerja dan mengurus rumah tangga.

Jerih payah ibu beranak dua dihargai seribu rupiah untuk setiap karung. Dalam sehari Wakini mampu mengerjakan hingga dua puluh potong karung. Upah yang didapat memang sangat jauh dari kata layak namun sangat membantu untuk melengkapi kebutuhan dapur. Karung-karung yang telah dijahit dipasarkan ke berbagai pasar di wilayah Kabupaten Boyolali, khususnya wilayah Kecamatan Klego.

Jika Anda tertarik untuk melihat pesona wanita-wanita tangguh penjahit karung dan tertarik dengan hasil karungnya, Anda dapat datang langsung ke Desa Banyuurip, Kecamatan Klego, Kabupaten Boyolali.